MAKALAH KEPERAWATAN
“PERENCANAAN DAN KRITERIA KEBERHASILAN DALAM PROMOSI KESEHATAN”
Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan dan
Promosi Kesehatan
Pengampu: Sulastri S.Kp., M.Kes.

Oleh:
1.
Nora Rastika Aurita (J210150093)
2.
Yuli Wahyu Utami (J210150104)
3.
Imelda Widiyatama (J210150115)
PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Keberhasilan
program pendidikan dan perilaku kesehatan sangat besar perananya guna
mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan dan perilaku
kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program
pendidikan dan perilaku kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu
sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
pendidikan dan perilaku kesehatan.
Dalam
rangka meningkatkan kesehatan masyarat , maka perlu dilakukan pendidikan, khususnya ditujukan
pada masyarakat.maka dari itu penulis tertarik mengambil judul makalah ”Perencanaan
Dan Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan”.
Perencanaan
adalah suatu hal yang amat penting. Sukses dan tidaknya suatu langkah kegiatan
sangat terantung bagus dan tidaknya program. Oleh karena itulah maka program
dalam hal ini program pendidikan kesehatan harus dirancang yang amat baik,
demikian rupa sehingga dapat dilaksanakan dengan efekif, berdaya guna dan
berhasil guna.
Lever
dan Loomba seperti yang dikutip oleh Anzwar mengartikan
perencanaan sebagai suatu proses analisis dan pemahaman sistem, perumusan
tujuan umum dan tujuan khusus, memperkirakan kemampuan yang dimiliki,
menguraikan segala yang kemungkinan rencana yang akan dilaksanakan, memilih
satu diantaranya yang dipandang paling baik, menyusun perincian rencana
terpilih dengan selengkapnya, serta mengikatnya ke dalam suatu sistem
pengawasan yang terus menerus sehingga dapat dicapai hubungan yang optimal
antara rencana dengan sistem yang dimiliki. Dari batasan tersebut di atas dapat
disimpulkan bahwa suatu perencanaan sangat mirip sistemnya dengan suatu sistem
pemecahan masalah.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari
latar belakang yang telah
diuraikan
di atas, dapat di rumuskan masalah adalah sebagai berikut:
1. Apa
pengertian perencanaan dalam penyuluhan kesehatan?
2. Bagaimana syarat membuat perencanaan penyuluhan
kesehatan?
3. Bagaimana membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan?
4. Bagaimana membuat kriteria keberhasilan dalam
pendidikan kesehatan?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian perencanaan
dalam penyuluhan kesehatan.
2. Untuk mengetahui bagaimana
syarat membuat perencanaan penyuluhan kesehatan.
3. Untuk mengetahui bagaimana
membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan.
4. Untuk mengetahui bagaimana
membuat kriteria keberhasilan dalam pendidikan kesehatan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perencanaan Dalam Penyuluhan Kesehatan
Perencanaan
pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas,
alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah
rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan
peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku,
faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan
intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam
kegiatan yang berurutan.
Perencanaan
merupakan bagian dari siklus administrasi yang terdiri dari tiga fase yaitu;
perencanaan, implementasi dan evaluasi dimana ketiga fase tersebut akan
mempengaruhi hasil.
Perencanaan
promosi kesehatan adalah suatu fase dimana secara rinci direncanakan jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, sedangkan implementasi adalah suatu
waktu dimana perencanaan dilaksanakan. Kesalahan-kesalahan sewaktu membuat
perencanaan akan terlihat selama proses implementasi, demikian juga halnya
dengan kekuatan dan kelemahan yang muncul selama periode implementasi merupakan
refleksi dari proses perencanaan.
Fase
evaluasi adalah suatu masa dimana dilakukan pengukuran hasil dari promosi
kesehatan. Pada fase ini juga dilihat apakah perencanaan dan implementasi yang
telah dilakukan dilanjutkan.selain itu evaluasi diperlukan untuk pemantauan
dari promosi kesehatan dan sebagi alat bantu untuk membuat perencanaan
selanjutnya.
B.
Syarat Membuat
Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1. Menentukan
kebutuhan promosi kesehatan
a. Diagnosa
masalah
Diagnosa
sosial adalah proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau
terhadap kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualita
hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang didesain
sebelumnya.
b. Menetapkan
prioritas masalah
Langkah yang
harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah:
1. Menentukan
status kesehatan masyarakat
2. Menentukan
pola pelayanan kesehatan masyarakat yang ada
3. Menentukan
hubungan antara status kesehatan dengan pelayanan kesehatan di
masyarakat.
4. Menentukan
determinan maslah kesehatan masyarakat meliputi tingkat pendidikan, umur, jenis
kelamin, ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.
Dalam menentukan
prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti:
1. Berat
masalah dan akibat yang ditimbulkannya
2. Pertimbangan
politis
3. Sumber
daya yang ada di masyarakat
2. Mengembangkan
komponen promosi kesehatan
a. Menentukan
tujuan promosi kesehatan
b. Menentukan
sasaran promosi kesehatan
c. Menentukan
isi promosi kesehatan
d. Menentukan
metode yang akan digunakan
e. Menentukan
media yang akan digunakan
f. Menentukan
rencana evaluasi
g. Menyusun
jadwal pelaksanaan
C.
Membuat Tujuan dari
Penyuluhan Kesehatan
Agar
tujuan promosi kesehatan dapat dicapai dan dijalankan sesuai dengan apa yang
diinginkan, maka tujuan harus dibuat dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Specific: Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail.
Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang
lugas.
2. Measurable: Menekankan pentingnya
kriteria yang digunakan untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam
mencapai target.
3. Appropriate: Menekankan bahwa target
harus realistis dan dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah
(untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga
terasa mustahil untuk dicapai.
4. Reasonable: Menekankan pentingnya
memilih target yang tepat
5. Time
bound: Menekankan
pentingnya menepatkan target dengan kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target. Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap
fokus menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan
lebih cepat.
Menurut
Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a. Tujuan
program (Program Objective)
Merupakan
pernyataan apa yang akan dicapai dalam periode tertentu dengan status
kesehatan. Pada tujuan ini harus mencakup who will do how much of what by
when. Tujuan program sering disebut dengan tujuan jangka panjang.
b. Tujuan
pendidikan (Educaional Objective)
Merupakan
deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang
ada. Oleh sebab itu tujuan pendidikan sering disebut dengan tujuan jangka
menengah.
c. Tujuan
perilaku (Behavioral objective)
Merupakan
pendidikan atau pembelajaran yang harus dicapai agar tecapai perilaku yang
diinginkan. Oleh sebab itu tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan
sikap dan disebut dengan tujuan jangka pendek.
D. Membuat Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan
Kesehatan
Indikator
keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi
Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator
masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
1.
Indikator Masukan
Masukan
yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumber daya manusia,
sarana/peralatan, dan dana dengan sasaran individu, kelompok, dan masyarakat.
Oleh karena itu, indikator masukan ini perlu diperhatikan secara detail sebelum
melakukan Promosi Kesehatan.
2.
Indikator Proses
Proses
yang dipantau adalah proses pelaksanaan Promosi Kesehatan yang akan
mempengaruhi orang lain. Hal ini bisa merupakan media dan metode yang digunakan
dalam Promosi Kesehatan.
3.
Indikator Keluaran
Keluaran
yang diharapkan dari Promosi Kesehatan yaitu perilaku kesehatan yang kondusif
untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan yang terbagi atas:
a.
Perubahan perilaku, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai
kesehatan dirubah.
b.
Pembinaan perilaku, yaitu perilaku masyarakat yang sudah sehat tetap
dilanjutkan.
c.
Pengembangan perilaku, yaitu membiasakan perilaku hidup sehat dimulai bagi
anak-anak.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perencanaan
pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas,
alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah
rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan
peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku,
faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan
intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam
kegiatan yang berurutan.
Syarat
Membuat Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1. Menentukan
kebutuhan promosi kesehatan
a. Diagnosa
masalah
b. Menetapkan
prioritas masalah
Membuat
Tujuan dari Penyuluhan Kesehatan
Menurut
Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a. Tujuan
program (Program Objective).
b. Tujuan
pendidikan (Educaional Objective)
c. Tujuan
perilaku (Behavioral objective)
Membuat
Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan
Indikator
keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi
Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator
masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
DAFTAR PUSTAKA
Adi,
Isabandi R. 2011. Pemberdayaan,
Pengembangan masyarakat dan intervensi Komunitas, Pengantar pada pemikiran
dan pendekatan praktis, Lembaga Penerbit FEU
Soekidjo
Notoatmodjo. 2013.
Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, penerbit Rineka cipta: Jakarta,
Soekidjo
Notoatmodjo. 2010.
Promosi Kesehatan teori dan aplikasi.
penerbit Rineka cipta: Jakarta
WHO
Health organization, Health Promotion in Developing Countries, Devision of
Health Education and Promotion, Geneva,
“PERENCANAAN DAN KRITERIA KEBERHASILAN DALAM PROMOSI KESEHATAN”
Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan dan
Promosi Kesehatan
Pengampu: Sulastri S.Kp., M.Kes.

Oleh:
1.
Nora Rastika Aurita (J210150093)
2.
Yuli Wahyu Utami (J210150104)
3.
Imelda Widiyatama (J210150115)
PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Keberhasilan
program pendidikan dan perilaku kesehatan sangat besar perananya guna
mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan dan perilaku
kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program
pendidikan dan perilaku kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu
sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
pendidikan dan perilaku kesehatan.
Dalam
rangka meningkatkan kesehatan masyarat , maka perlu dilakukan pendidikan, khususnya ditujukan
pada masyarakat.maka dari itu penulis tertarik mengambil judul makalah ”Perencanaan
Dan Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan”.
Perencanaan
adalah suatu hal yang amat penting. Sukses dan tidaknya suatu langkah kegiatan
sangat terantung bagus dan tidaknya program. Oleh karena itulah maka program
dalam hal ini program pendidikan kesehatan harus dirancang yang amat baik,
demikian rupa sehingga dapat dilaksanakan dengan efekif, berdaya guna dan
berhasil guna.
Lever
dan Loomba seperti yang dikutip oleh Anzwar mengartikan
perencanaan sebagai suatu proses analisis dan pemahaman sistem, perumusan
tujuan umum dan tujuan khusus, memperkirakan kemampuan yang dimiliki,
menguraikan segala yang kemungkinan rencana yang akan dilaksanakan, memilih
satu diantaranya yang dipandang paling baik, menyusun perincian rencana
terpilih dengan selengkapnya, serta mengikatnya ke dalam suatu sistem
pengawasan yang terus menerus sehingga dapat dicapai hubungan yang optimal
antara rencana dengan sistem yang dimiliki. Dari batasan tersebut di atas dapat
disimpulkan bahwa suatu perencanaan sangat mirip sistemnya dengan suatu sistem
pemecahan masalah.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari
latar belakang yang telah
diuraikan
di atas, dapat di rumuskan masalah adalah sebagai berikut:
1. Apa
pengertian perencanaan dalam penyuluhan kesehatan?
2. Bagaimana syarat membuat perencanaan penyuluhan
kesehatan?
3. Bagaimana membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan?
4. Bagaimana membuat kriteria keberhasilan dalam
pendidikan kesehatan?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian perencanaan
dalam penyuluhan kesehatan.
2. Untuk mengetahui bagaimana
syarat membuat perencanaan penyuluhan kesehatan.
3. Untuk mengetahui bagaimana
membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan.
4. Untuk mengetahui bagaimana
membuat kriteria keberhasilan dalam pendidikan kesehatan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perencanaan Dalam Penyuluhan Kesehatan
Perencanaan
pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas,
alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah
rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan
peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku,
faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan
intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam
kegiatan yang berurutan.
Perencanaan
merupakan bagian dari siklus administrasi yang terdiri dari tiga fase yaitu;
perencanaan, implementasi dan evaluasi dimana ketiga fase tersebut akan
mempengaruhi hasil.
Perencanaan
promosi kesehatan adalah suatu fase dimana secara rinci direncanakan jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, sedangkan implementasi adalah suatu
waktu dimana perencanaan dilaksanakan. Kesalahan-kesalahan sewaktu membuat
perencanaan akan terlihat selama proses implementasi, demikian juga halnya
dengan kekuatan dan kelemahan yang muncul selama periode implementasi merupakan
refleksi dari proses perencanaan.
Fase
evaluasi adalah suatu masa dimana dilakukan pengukuran hasil dari promosi
kesehatan. Pada fase ini juga dilihat apakah perencanaan dan implementasi yang
telah dilakukan dilanjutkan.selain itu evaluasi diperlukan untuk pemantauan
dari promosi kesehatan dan sebagi alat bantu untuk membuat perencanaan
selanjutnya.
B.
Syarat Membuat
Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1. Menentukan
kebutuhan promosi kesehatan
a. Diagnosa
masalah
Diagnosa
sosial adalah proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau
terhadap kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualita
hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang didesain
sebelumnya.
b. Menetapkan
prioritas masalah
Langkah yang
harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah:
1. Menentukan
status kesehatan masyarakat
2. Menentukan
pola pelayanan kesehatan masyarakat yang ada
3. Menentukan
hubungan antara status kesehatan dengan pelayanan kesehatan di
masyarakat.
4. Menentukan
determinan maslah kesehatan masyarakat meliputi tingkat pendidikan, umur, jenis
kelamin, ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.
Dalam menentukan
prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti:
1. Berat
masalah dan akibat yang ditimbulkannya
2. Pertimbangan
politis
3. Sumber
daya yang ada di masyarakat
2. Mengembangkan
komponen promosi kesehatan
a. Menentukan
tujuan promosi kesehatan
b. Menentukan
sasaran promosi kesehatan
c. Menentukan
isi promosi kesehatan
d. Menentukan
metode yang akan digunakan
e. Menentukan
media yang akan digunakan
f. Menentukan
rencana evaluasi
g. Menyusun
jadwal pelaksanaan
C.
Membuat Tujuan dari
Penyuluhan Kesehatan
Agar
tujuan promosi kesehatan dapat dicapai dan dijalankan sesuai dengan apa yang
diinginkan, maka tujuan harus dibuat dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Specific: Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail.
Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang
lugas.
2. Measurable: Menekankan pentingnya
kriteria yang digunakan untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam
mencapai target.
3. Appropriate: Menekankan bahwa target
harus realistis dan dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah
(untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga
terasa mustahil untuk dicapai.
4. Reasonable: Menekankan pentingnya
memilih target yang tepat
5. Time
bound: Menekankan
pentingnya menepatkan target dengan kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target. Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap
fokus menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan
lebih cepat.
Menurut
Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a. Tujuan
program (Program Objective)
Merupakan
pernyataan apa yang akan dicapai dalam periode tertentu dengan status
kesehatan. Pada tujuan ini harus mencakup who will do how much of what by
when. Tujuan program sering disebut dengan tujuan jangka panjang.
b. Tujuan
pendidikan (Educaional Objective)
Merupakan
deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang
ada. Oleh sebab itu tujuan pendidikan sering disebut dengan tujuan jangka
menengah.
c. Tujuan
perilaku (Behavioral objective)
Merupakan
pendidikan atau pembelajaran yang harus dicapai agar tecapai perilaku yang
diinginkan. Oleh sebab itu tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan
sikap dan disebut dengan tujuan jangka pendek.
D. Membuat Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan
Kesehatan
Indikator
keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi
Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator
masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
1.
Indikator Masukan
Masukan
yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumber daya manusia,
sarana/peralatan, dan dana dengan sasaran individu, kelompok, dan masyarakat.
Oleh karena itu, indikator masukan ini perlu diperhatikan secara detail sebelum
melakukan Promosi Kesehatan.
2.
Indikator Proses
Proses
yang dipantau adalah proses pelaksanaan Promosi Kesehatan yang akan
mempengaruhi orang lain. Hal ini bisa merupakan media dan metode yang digunakan
dalam Promosi Kesehatan.
3.
Indikator Keluaran
Keluaran
yang diharapkan dari Promosi Kesehatan yaitu perilaku kesehatan yang kondusif
untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan yang terbagi atas:
a.
Perubahan perilaku, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai
kesehatan dirubah.
b.
Pembinaan perilaku, yaitu perilaku masyarakat yang sudah sehat tetap
dilanjutkan.
c.
Pengembangan perilaku, yaitu membiasakan perilaku hidup sehat dimulai bagi
anak-anak.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perencanaan
pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas,
alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah
rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan
peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku,
faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan
intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam
kegiatan yang berurutan.
Syarat
Membuat Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1. Menentukan
kebutuhan promosi kesehatan
a. Diagnosa
masalah
b. Menetapkan
prioritas masalah
Membuat
Tujuan dari Penyuluhan Kesehatan
Menurut
Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a. Tujuan
program (Program Objective).
b. Tujuan
pendidikan (Educaional Objective)
c. Tujuan
perilaku (Behavioral objective)
Membuat
Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan
Indikator
keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi
Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator
masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
DAFTAR PUSTAKA
Adi,
Isabandi R. 2011. Pemberdayaan,
Pengembangan masyarakat dan intervensi Komunitas, Pengantar pada pemikiran
dan pendekatan praktis, Lembaga Penerbit FEU
Soekidjo
Notoatmodjo. 2013.
Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, penerbit Rineka cipta: Jakarta,
Soekidjo
Notoatmodjo. 2010.
Promosi Kesehatan teori dan aplikasi.
penerbit Rineka cipta: Jakarta
WHO
Health organization, Health Promotion in Developing Countries, Devision of
Health Education and Promotion, Geneva,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar