Jumat, 08 Desember 2017

MAKALAH KEPERAWATAN
PERENCANAAN DAN KRITERIA KEBERHASILAN DALAM PROMOSI KESEHATAN

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan dan Promosi Kesehatan
Pengampu: Sulastri S.Kp., M.Kes.

Deskripsi: C:\Users\ACE GROUP\Downloads\UMS-Surakarta.png

Oleh:
1.          Nora Rastika Aurita    (J210150093)
2.          Yuli Wahyu Utami      (J210150104)
3.          Imelda Widiyatama    (J210150115)


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Keberhasilan program  pendidikan dan perilaku kesehatan sangat besar perananya guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan dan perilaku kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program pendidikan dan perilaku kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan  meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan dan perilaku kesehatan.
Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarat , maka perlu dilakukan pendidikan, khususnya ditujukan pada masyarakat.maka dari itu penulis tertarik mengambil judul makalah    ”Perencanaan Dan Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan”.
Perencanaan adalah suatu hal yang amat penting. Sukses dan tidaknya suatu langkah kegiatan sangat terantung bagus dan tidaknya program. Oleh karena itulah maka program dalam hal ini program pendidikan kesehatan harus dirancang yang amat baik, demikian rupa sehingga dapat dilaksanakan dengan efekif, berdaya guna dan berhasil guna.
Lever dan Loomba seperti yang dikutip oleh Anzwar  mengartikan perencanaan sebagai suatu proses analisis dan pemahaman sistem, perumusan tujuan umum dan tujuan khusus, memperkirakan kemampuan yang dimiliki, menguraikan segala yang kemungkinan rencana yang akan dilaksanakan, memilih satu diantaranya yang dipandang paling baik, menyusun perincian rencana terpilih dengan selengkapnya, serta mengikatnya ke dalam suatu sistem pengawasan yang terus menerus sehingga dapat dicapai hubungan yang optimal antara rencana dengan sistem yang dimiliki. Dari batasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa suatu perencanaan sangat mirip sistemnya dengan suatu sistem pemecahan masalah.
B.  RUMUSAN  MASALAH
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat di rumuskan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian perencanaan dalam penyuluhan kesehatan?
2.      Bagaimana syarat membuat perencanaan penyuluhan kesehatan?
3.      Bagaimana membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan?
4.      Bagaimana membuat kriteria keberhasilan dalam pendidikan kesehatan?

C.  TUJUAN
1.      Untuk mengetahui  pengertian perencanaan dalam penyuluhan kesehatan.
2.      Untuk mengetahui  bagaimana syarat membuat perencanaan penyuluhan kesehatan.
3.      Untuk mengetahui  bagaimana membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan.
4.      Untuk mengetahui  bagaimana membuat kriteria keberhasilan dalam pendidikan kesehatan?






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perencanaan Dalam Penyuluhan Kesehatan
Perencanaan pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas, alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku, faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam kegiatan yang berurutan.
Perencanaan merupakan bagian dari siklus administrasi yang terdiri dari tiga fase yaitu; perencanaan, implementasi dan evaluasi dimana ketiga fase tersebut akan mempengaruhi hasil.
Perencanaan promosi kesehatan adalah suatu fase dimana secara rinci direncanakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, sedangkan implementasi adalah suatu waktu dimana perencanaan dilaksanakan. Kesalahan-kesalahan sewaktu membuat perencanaan akan terlihat selama proses implementasi, demikian juga halnya dengan kekuatan dan kelemahan yang muncul selama periode implementasi merupakan refleksi dari proses perencanaan.
Fase evaluasi adalah suatu masa dimana dilakukan pengukuran hasil dari promosi kesehatan. Pada fase ini juga dilihat apakah perencanaan dan implementasi yang telah dilakukan dilanjutkan.selain itu evaluasi diperlukan untuk pemantauan dari promosi kesehatan dan sebagi alat bantu untuk membuat perencanaan selanjutnya.
B.        Syarat Membuat Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1.    Menentukan kebutuhan promosi kesehatan
a.    Diagnosa masalah
Diagnosa sosial adalah proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualita hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang didesain sebelumnya.

b.    Menetapkan prioritas masalah
Langkah yang harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah:
1.      Menentukan status kesehatan masyarakat
2.      Menentukan pola pelayanan kesehatan masyarakat yang ada
3.      Menentukan hubungan antara status  kesehatan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat.
4.      Menentukan determinan maslah kesehatan masyarakat meliputi tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.
Dalam menentukan prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti:
1.      Berat masalah dan akibat yang ditimbulkannya
2.      Pertimbangan politis
3.      Sumber daya yang ada di masyarakat
2. Mengembangkan komponen promosi kesehatan
a.    Menentukan tujuan promosi kesehatan
b.    Menentukan sasaran promosi kesehatan
c.    Menentukan isi promosi kesehatan
d.   Menentukan metode yang akan digunakan
e.    Menentukan media yang akan digunakan
f.     Menentukan rencana evaluasi
g.    Menyusun jadwal pelaksanaan

C.        Membuat Tujuan dari Penyuluhan Kesehatan
Agar tujuan promosi kesehatan dapat dicapai dan dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan, maka tujuan harus dibuat dengan persyaratan sebagai berikut:
1.    Specific: Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas. 
2.    Measurable: Menekankan pentingnya kriteria yang digunakan untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam mencapai target.
3.    Appropriate: Menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. 
4.    Reasonable: Menekankan pentingnya memilih target yang tepat
5.    Time bound:  Menekankan pentingnya menepatkan target dengan kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target. Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap fokus menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan lebih cepat.
Menurut Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a.       Tujuan program (Program Objective)
Merupakan pernyataan apa yang akan dicapai dalam periode tertentu dengan status kesehatan. Pada tujuan ini harus mencakup who will do how much of what by when. Tujuan program sering disebut dengan tujuan jangka panjang.
b.      Tujuan pendidikan (Educaional Objective)
Merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada. Oleh sebab itu tujuan pendidikan sering disebut dengan tujuan jangka menengah.
c.       Tujuan perilaku (Behavioral objective)
Merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus dicapai agar tecapai perilaku yang diinginkan. Oleh sebab itu tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap dan disebut dengan tujuan jangka pendek.
D.    Membuat Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan
Indikator keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
1.      Indikator Masukan
Masukan yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumber daya manusia, sarana/peralatan, dan dana dengan sasaran individu, kelompok, dan masyarakat. Oleh karena itu, indikator masukan ini perlu diperhatikan secara detail sebelum melakukan Promosi Kesehatan.
2.      Indikator Proses
Proses yang dipantau adalah proses pelaksanaan Promosi Kesehatan yang akan mempengaruhi orang lain. Hal ini bisa merupakan media dan metode yang digunakan dalam Promosi Kesehatan.
3.      Indikator Keluaran
Keluaran yang diharapkan dari Promosi Kesehatan yaitu perilaku kesehatan yang kondusif untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan yang terbagi atas:
a. Perubahan perilaku, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesehatan dirubah.
b. Pembinaan perilaku, yaitu perilaku masyarakat yang sudah sehat tetap dilanjutkan.
c. Pengembangan perilaku, yaitu membiasakan perilaku hidup sehat dimulai bagi anak-anak.








BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perencanaan pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas, alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku, faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam kegiatan yang berurutan.
Syarat Membuat Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1.    Menentukan kebutuhan promosi kesehatan
a.    Diagnosa masalah
b.    Menetapkan prioritas masalah
Membuat Tujuan dari Penyuluhan Kesehatan
Menurut Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a.       Tujuan program (Program Objective).
b.      Tujuan pendidikan (Educaional Objective)
c.       Tujuan perilaku (Behavioral objective)
Membuat Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan
Indikator keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).


DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isabandi R. 2011.  Pemberdayaan, Pengembangan masyarakat dan intervensi Komunitas, Pengantar pada pemikiran dan pendekatan praktis, Lembaga Penerbit FEU
Soekidjo Notoatmodjo. 2013. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, penerbit Rineka cipta: Jakarta,
Soekidjo Notoatmodjo. 2010. Promosi Kesehatan teori dan aplikasi. penerbit Rineka cipta: Jakarta
WHO Health organization, Health Promotion in Developing Countries, Devision of Health Education and Promotion, Geneva,




 MAKALAH KEPERAWATAN
PERENCANAAN DAN KRITERIA KEBERHASILAN DALAM PROMOSI KESEHATAN

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan dan Promosi Kesehatan
Pengampu: Sulastri S.Kp., M.Kes.

Deskripsi: C:\Users\ACE GROUP\Downloads\UMS-Surakarta.png

Oleh:
1.          Nora Rastika Aurita    (J210150093)
2.          Yuli Wahyu Utami      (J210150104)
3.          Imelda Widiyatama    (J210150115)


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Keberhasilan program  pendidikan dan perilaku kesehatan sangat besar perananya guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan dan perilaku kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak terutama masyarakatnya. Program pendidikan dan perilaku kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan  meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan dan perilaku kesehatan.
Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarat , maka perlu dilakukan pendidikan, khususnya ditujukan pada masyarakat.maka dari itu penulis tertarik mengambil judul makalah    ”Perencanaan Dan Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan”.
Perencanaan adalah suatu hal yang amat penting. Sukses dan tidaknya suatu langkah kegiatan sangat terantung bagus dan tidaknya program. Oleh karena itulah maka program dalam hal ini program pendidikan kesehatan harus dirancang yang amat baik, demikian rupa sehingga dapat dilaksanakan dengan efekif, berdaya guna dan berhasil guna.
Lever dan Loomba seperti yang dikutip oleh Anzwar  mengartikan perencanaan sebagai suatu proses analisis dan pemahaman sistem, perumusan tujuan umum dan tujuan khusus, memperkirakan kemampuan yang dimiliki, menguraikan segala yang kemungkinan rencana yang akan dilaksanakan, memilih satu diantaranya yang dipandang paling baik, menyusun perincian rencana terpilih dengan selengkapnya, serta mengikatnya ke dalam suatu sistem pengawasan yang terus menerus sehingga dapat dicapai hubungan yang optimal antara rencana dengan sistem yang dimiliki. Dari batasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa suatu perencanaan sangat mirip sistemnya dengan suatu sistem pemecahan masalah.
B.  RUMUSAN  MASALAH
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat di rumuskan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian perencanaan dalam penyuluhan kesehatan?
2.      Bagaimana syarat membuat perencanaan penyuluhan kesehatan?
3.      Bagaimana membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan?
4.      Bagaimana membuat kriteria keberhasilan dalam pendidikan kesehatan?

C.  TUJUAN
1.      Untuk mengetahui  pengertian perencanaan dalam penyuluhan kesehatan.
2.      Untuk mengetahui  bagaimana syarat membuat perencanaan penyuluhan kesehatan.
3.      Untuk mengetahui  bagaimana membuat tujuan dari penyuluhan kesehatan.
4.      Untuk mengetahui  bagaimana membuat kriteria keberhasilan dalam pendidikan kesehatan?





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perencanaan Dalam Penyuluhan Kesehatan
Perencanaan pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas, alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku, faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam kegiatan yang berurutan.
Perencanaan merupakan bagian dari siklus administrasi yang terdiri dari tiga fase yaitu; perencanaan, implementasi dan evaluasi dimana ketiga fase tersebut akan mempengaruhi hasil.
Perencanaan promosi kesehatan adalah suatu fase dimana secara rinci direncanakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, sedangkan implementasi adalah suatu waktu dimana perencanaan dilaksanakan. Kesalahan-kesalahan sewaktu membuat perencanaan akan terlihat selama proses implementasi, demikian juga halnya dengan kekuatan dan kelemahan yang muncul selama periode implementasi merupakan refleksi dari proses perencanaan.
Fase evaluasi adalah suatu masa dimana dilakukan pengukuran hasil dari promosi kesehatan. Pada fase ini juga dilihat apakah perencanaan dan implementasi yang telah dilakukan dilanjutkan.selain itu evaluasi diperlukan untuk pemantauan dari promosi kesehatan dan sebagi alat bantu untuk membuat perencanaan selanjutnya.
B.        Syarat Membuat Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1.    Menentukan kebutuhan promosi kesehatan
a.    Diagnosa masalah
Diagnosa sosial adalah proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap kualitas hidupnya dan aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualita hidupnya melalui partisipasi dan penerapan berbagai informasi yang didesain sebelumnya.

b.    Menetapkan prioritas masalah
Langkah yang harus ditempuh untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan adalah:
1.      Menentukan status kesehatan masyarakat
2.      Menentukan pola pelayanan kesehatan masyarakat yang ada
3.      Menentukan hubungan antara status  kesehatan dengan pelayanan kesehatan di masyarakat.
4.      Menentukan determinan maslah kesehatan masyarakat meliputi tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, ras, letak geografis, kebiasaan/perilaku dan kepercayaan yang dianut.
Dalam menentukan prioritas masalah kita harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti:
1.      Berat masalah dan akibat yang ditimbulkannya
2.      Pertimbangan politis
3.      Sumber daya yang ada di masyarakat
2. Mengembangkan komponen promosi kesehatan
a.    Menentukan tujuan promosi kesehatan
b.    Menentukan sasaran promosi kesehatan
c.    Menentukan isi promosi kesehatan
d.   Menentukan metode yang akan digunakan
e.    Menentukan media yang akan digunakan
f.     Menentukan rencana evaluasi
g.    Menyusun jadwal pelaksanaan

C.        Membuat Tujuan dari Penyuluhan Kesehatan
Agar tujuan promosi kesehatan dapat dicapai dan dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan, maka tujuan harus dibuat dengan persyaratan sebagai berikut:
1.    Specific: Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas. 
2.    Measurable: Menekankan pentingnya kriteria yang digunakan untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam mencapai target.
3.    Appropriate: Menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. 
4.    Reasonable: Menekankan pentingnya memilih target yang tepat
5.    Time bound:  Menekankan pentingnya menepatkan target dengan kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target. Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap fokus menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan lebih cepat.
Menurut Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a.       Tujuan program (Program Objective)
Merupakan pernyataan apa yang akan dicapai dalam periode tertentu dengan status kesehatan. Pada tujuan ini harus mencakup who will do how much of what by when. Tujuan program sering disebut dengan tujuan jangka panjang.
b.      Tujuan pendidikan (Educaional Objective)
Merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada. Oleh sebab itu tujuan pendidikan sering disebut dengan tujuan jangka menengah.
c.       Tujuan perilaku (Behavioral objective)
Merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus dicapai agar tecapai perilaku yang diinginkan. Oleh sebab itu tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap dan disebut dengan tujuan jangka pendek.
D.    Membuat Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan
Indikator keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
1.      Indikator Masukan
Masukan yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumber daya manusia, sarana/peralatan, dan dana dengan sasaran individu, kelompok, dan masyarakat. Oleh karena itu, indikator masukan ini perlu diperhatikan secara detail sebelum melakukan Promosi Kesehatan.
2.      Indikator Proses
Proses yang dipantau adalah proses pelaksanaan Promosi Kesehatan yang akan mempengaruhi orang lain. Hal ini bisa merupakan media dan metode yang digunakan dalam Promosi Kesehatan.
3.      Indikator Keluaran
Keluaran yang diharapkan dari Promosi Kesehatan yaitu perilaku kesehatan yang kondusif untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan yang terbagi atas:
a. Perubahan perilaku, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesehatan dirubah.
b. Pembinaan perilaku, yaitu perilaku masyarakat yang sudah sehat tetap dilanjutkan.
c. Pengembangan perilaku, yaitu membiasakan perilaku hidup sehat dimulai bagi anak-anak.







BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perencanaan pendidikan kesehatan yaitu suatu proses diagnosis masalah, penetapan prioritas, alokasi sumber daya, yang ada untuk mencapai tujuan . output fase ini adalah rumusan rencana, dan hal terpenting adalah rumusan tujuan (rumusan peningkatan perilaku yang di inginkan setelah mengkaji faktor perilaku, faktor-faktor internal dan eksternal), dan rumusan kegiatan untuk melakukan intervensi terhadap faktor penyebab yang di inventarisasi dan disusun dalam kegiatan yang berurutan.
Syarat Membuat Perencanaan Penyuluhan Kesehatan
1.    Menentukan kebutuhan promosi kesehatan
a.    Diagnosa masalah
b.    Menetapkan prioritas masalah
Membuat Tujuan dari Penyuluhan Kesehatan
Menurut Green tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan yaitu:
a.       Tujuan program (Program Objective).
b.      Tujuan pendidikan (Educaional Objective)
c.       Tujuan perilaku (Behavioral objective)
Membuat Kriteria Keberhasilan Dalam Pendidikan Kesehatan
Indikator keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi Promosi Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup indikator masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).


DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isabandi R. 2011.  Pemberdayaan, Pengembangan masyarakat dan intervensi Komunitas, Pengantar pada pemikiran dan pendekatan praktis, Lembaga Penerbit FEU
Soekidjo Notoatmodjo. 2013. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, penerbit Rineka cipta: Jakarta,
Soekidjo Notoatmodjo. 2010. Promosi Kesehatan teori dan aplikasi. penerbit Rineka cipta: Jakarta
WHO Health organization, Health Promotion in Developing Countries, Devision of Health Education and Promotion, Geneva,




Tidak ada komentar:

Posting Komentar